Konsep-Konsep Dibalik KPJM


Salah satu pendekatan penganggaran yang digunakan adalah kerangka pengeluaran jangka menengah, biasa disingkat dengan KPJM (medium term expenditure framework). KPJM sebenarnya merujuk pada suatu perspektif atau cakrawala berpikir bahwa pengalokasian anggaran juga wajib memikirkan dampak pelaksanaan suatu kebijakan (dalam bentuk program/kegiatan) beserta kebutuhan anggarannya untuk jangka waktu 3 atau 5 tahun dari tahun yang direncanakan. apakah program/kegiatan yang akan direncanakan berlangsung hanya satu, dua, atau tiga tahun dari tahun yang direncanakan.

Kaveling Anggaran



Usaha dan taktik para pihak yang berkepentingan dalam memperoleh anggaran tanpa usaha memadai memang kerap dilakukan. Anak muda sekarang menyebutnya sebagai ‘modus’. Seharusnya, para pihak yang bermaksud memperoleh anggaran negara berusaha menginisiasi program/kegiatan sampai menjadikannya sebagai isu utama para penentu kebijakan. Inilah yang tidak dilakukannya. Tentu usaha ini jika berhasil akan berdampak kepada bagaimana proyeksi penyusunan anggaran dilakukan dan besaran anggaran untuk tujuan tertentu tersebut.

Janji Calon Walikota Makassar dan Kemampuan APBD


Macam-macam janji diobral para Cawali Makassar pada Pemilukada Kota Makassar 2013 ini. Ada yang menjanjikan kesehatan gratis, listrik gratis, pendidikan gratis, modal usaha gratis, bahkan ongkos angkot gratis. Semua janji ini mengatasnamakan kepentingan rakyat. Tentu saja pembiayaan program-program Cawali berasal dari rakyat (pajak dan pungutan lainnya), dalam bentuk Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Pertanyaan yang memenuhi benak pikiran masyarakat: apakah janji ini bisa terwujud atau tidak nantinya; atau apakah ini hanya janji di musim kampanye sebagai sarana mendulang suara saja. Pertanyaan ini sebenarnya sudah dikemukakan para pengamat politik di Makassar macam Arqam Azikin dan Hasrullah (Fajar, 30 Juli 2013). Mereka berpendapat, program-program Cawali Makassar belum mampu menjawab masalah mendasar Kota Makassar saat ini (banjir, macet, kemiskinan, atau kebersihan) dan belum tentu juga program yang menjadi jualan saat kampanye tersebut dapat dilaksanakan nantinya.